Tampilkan postingan dengan label Sex. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sex. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 September 2010

Mahasiswi "Ngamar" dengan Anggota DPRD

PALU, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Palu, Sulawesi Tengah, menangkap seorang oknum anggota DPRD asal Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, bersama wanita yang bukan istrinya di sebuah kamar hotel yang berlokasi di Jalan Tinombala, Palu Timur, Senin (6/9/2010) sore.

"Iya, memang ada oknum anggota DPRD asal Kabupaten Morowali bersama kekasihnya yang ditangkap di dalam kamar hotel, tetapi saya lupa namanya," kata Kapolres Palu Ajun Komisaris Besar Deden Garnada saat dikonfirmasi wartawan per telepon, Rabu.

Pasangan tidak resmi yang ditangkap polisi itu diketahui adalah anggota DPRD Kabupaten Morowali berinisial AM. Namun, Kapolres Deden Garnada enggan berkomentar lebih jauh bagaimana kronologi penangkapan oknum wakil rakyat bersama dengan perempuan bukan pasangan resminya di sebuah hotel itu.

Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan, oknum anggota DPRD itu diamankan dari sebuah kamar hotel di Jalan Tinombala bersama seorang wanita yang diketahui masih berstatus sebagai mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di Kabupaten Morowali.

Saat anggota Polres Palu melakukan pemeriksaan, anggota DPRD itu tidak dapat menunjukkan surat nikah atau bukti ikatan sah mereka sehingga sore itu juga keduanya digiring ke Mapolres Palu untuk dimintai keterangan.

"Keduanya ditangkap berdua di dalam kamar hotel. Kami duga keduanya telah melakukan hal-hal yang tidak diinginkan di dalam kamar karena bukan pasangan resmi. Apalagi, saat ini masih bulan puasa," kata seorang polisi yang minta namanya tidak dipublikasikan.

Lain lagi, dengan pernyataan Kabag Ops Polres Palu Ajun Komisaris Agung Panji Anom yang dikonfirmasi wartawan terkait masalah itu. Meski dia membenarkan adanya penangkapan itu, mantan Kapolsek Palu Barat itu enggan menyebutkan identitas kedua pelaku yang diduga berbuat mesum itu.

Karena, menurut dia, kasus itu adalah aib seseorang dan tidak perlu dipublikasikan atau dibesar-besarkan. Oknum DPRD dan mahasiswi itu akhirnya dipulangkan kembali setelah didata dan menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan terlarang tersebut.

Rabu, 05 Mei 2010

Wii Fit Mengubah Perempuan Menjadi Pecandu Seks

Berniat untuk melatih kebugaran sambil merelakskan diri dengan permainan Nintendo, Wii Fit, seorang perempuan muda di Inggris malah mengalami kecanduan seks atau yang disebut Nymphomaniac.

Pasca tergelincir dan mengalami cedera ketika bermain Wii Fit (sejenis games olahraga), perempuan bernama Randy Amanda Flowers ini menjadi mudah sekali terangsang secara seksual. Bayangkan, ia membutuhkan 10 sesi setiap hari untuk melakukan hubungan seks.

"Sekarang sedikit saja getaran yang mungkin keluar dari ponsel atau perangkat lain, akan meningkatkan libido saya," ujar Randy yang bekerja sebagai pekerja katering ini.

Dokter yang memeriksa Randy kemudian mendiagnosanya dengan sindroma gairah seksual persisten, yang disebabkan karena adanya saraf yang rusak akibat cedera yang diperolehnya kala bermain Wii Fit.

"Karena tidak ada obat untuk kelainan ini, maka saya harus mencoba mengendalikannya dengan mengatur nafas dalam-dalam. Dan berharap suatu saat nanti, saya akan bertemu dengan superstud --lelaki pemuas seks-- yang dapat memuaskan saya," ucap perempuan berusia 24 tahun ini.

Nymphomaniac dapat dikatakan sebagai pemilik gairah yang tak ada henti-hentinya. Ilmu psikiatri menyebutkan umumnya penderita nymphomania akan mengalami dorongan seks yang tidak terkontrol, gairah yang begitu konstan dan tidak pernah merasa puas. Untuk memuaskan gairah ini, penderitanya akan sering melakukan kontak seksual dan melakukannya dengan banyak orang.

Sumber : www.conectique.com

Rabu, 16 Desember 2009

Layanan Seks Online Booming di Malaysia

Layanan seks online dilaporkan tengah booming di Malaysia. Banyak situs internet baru yang dibuat para pebisnis esek-esek di negeri tetangga itu demi menarik pelanggan. Sebagian situs menyediakan pilihan layanan seks komersil dengan wanita cantik dari Asia. Informasi dan gambar dari sekitar 1000 pekerja seks asal Thailand, China, Thailand, China, Hong Kong, Taiwan, Singapura, Vietnam, Filipina dan bahkan dari Indonesia, katanya terpampang jelas di situ.

detikINET kutip dari ThaiIndian, Rabu (16/12/2009), wanita yang dipajang di etalase online ini umumnya masih cukup muda, dengan usia antara 17 tahun sampai 35 tahun. Transaksi bawah perut secara online ini disebutkan, bisa dilakukan dengan kisaran harga 180 ringgit sampai 2400 ringgit, atau sekitar Rp 480 ribu sampai Rp 6 juta, untuk maksimum booking selama enam jam.

Jika para pria hidung belang berminat, beberapa situs bahkan dilaporkan menyediakan pula gadis di bawah umur, atau wanita asing dengan harga booking yang tentunya lebih tinggi. Aparat setempat tentu tak tinggal diam melihat fenomena ini dan segera melakukan investigasi. Azam Abdul Hamid dari kepolisian wilayah Penang Timur mengungkap bahwa beberapa website prostitusi itu telah terindentifikasi dibuat oleh sindikat kriminal lokal.

Sumber : detikInet

Kamis, 01 Oktober 2009

Terapis Seks yang Tiduri 1.500 Kliennya

Kalau terapis seks lain hanya memberi konseling, terapis yang satu ini tak segan mempraktikkan langsung cara bercinta yang benar di hadapan kliennya. Sebagai seorang terapis seks, pekerjaan utama Mare Simone (54) adalah mendengarkan problem kliennya seputar urusan ranjang lalu memberikan solusi. Alih-alih memberikan solusi lewat konseling, wanita asal Chelsea, Inggris, ini juga memberikan contoh lewat praktik langsung.

Wanita yang sudah menjalani profesinya selama 23 tahun ini setiap hari didatangi oleh klien, baik pria atau wanita, untuk mencari solusi dari masalah seksual yang dialaminya. "Para pria pada umumnya bermasalah dengan ereksinya atau ejakulasi dini. Tak sedikit pula yang diminta istrinya datang ke saya karena para suami itu tak bisa memuaskan mereka di ranjang," katanya.

Sementara itu, masalah yang dikeluhkan para wanita antara lain kesulitan orgasme atau punya pasangan yang tak bisa memuaskan. "Saya lalu menunjukkan pada mereka bagaimana cara memuaskan diri sendiri dan mencintai tubuh mereka apa adanya," kata wanita yang masih melajang ini. Simone merupakan terapis seks bersertifikat dan sangat andal menangani kliennya. Kliennya tidak terbatas dari Inggris saja, tetapi juga dari berbagai tempat, termasuk Amerika. "Klien saya berasal dari berbagai usia dan pekerjaan. Mereka direkomendasikan oleh rekan sejawat saya atau mantan klien saya," katanya.

Sebenarnya, bagaimana Simone menjalankan kerjanya? Sesi konseling yang dilakukan oleh Simone diawali dengan konsultasi untuk mencairkan suasana dan membuat kliennya merasa lebih nyaman dengan Simone. Pada sesi-sesi selanjutnya, para klien dipersilakan curhat mengenai persoalannya, sambil menikmati pijatan di punggung dari Simone sehingga mereka lebih rileks dan terbuka mengenai masalah-masalahnya.

Setelah itu, di sesi selanjutnya akan dilakukan latihan berkaca. Pada sesi ini ia dan kliennya akan menanggalkan pakaiannya dan memandangi tubuh masing-masing di cermin. "Biasanya mereka kurang pede dengan bentuk tubuhnya. Namun, setelah yakin saya tak menilai atau menghakimi, mereka lebih terbuka dan percaya diri," ujarnya.

Pada sesi tersebut, ia juga melakukan pemijatan pada bagian depan tubuh untuk menunjukkan bagaimana cara menyentuh tubuh yang benar. "Terakhir, adalah sesi praktik agar mereka bisa mempelajari bagaimana mengontrol diri sendiri sekaligus memecahkan masalahnya," kata Simone. Tak jarang, Simone harus mempraktikkan hubungan seksual dengan seorang suami di hadapan istrinya untuk menunjukkan bahwa pria harus lebih sensitif pada pasangannya. "Setiap klien pria harus menggunakan kondom dan menjalani pemeriksaan kesehatan seksual," katanya.

Tak heran bila menurut Simone, ia sudah pernah bercinta dengan lebih dari 1.000 pria, yang kebanyakan adalah suami atau pacar kliennya. Bila dihitung selama 23 tahun kariernya, ia sudah membantu 10.000 klien yang mencari solusi dari problem seks, dan 1.500 di antaranya melakukan praktik seks langsung dengannya. Pekerjaan yang Simone lakukan disebut juga "pengganti partner seks". Mengenai cara kerjanya yang tak lazim itu, Simone berpendapat bahwa itu bukanlah hal yang ilegal. "Saya memang membiayai hidup dengan tidur bersama suami atau kekasih orang. Tapi saya bukan pelacur. Yang saya lakukan legal selama dilakukan dalam tujuan pengobatan masalah mereka," katanya.

Simone bukanlah satu-satunya "pengganti partner seks" di dunia ini. Cukup banyak terapis seks yang melakukan cara kerja seperti Simone, bahkan ada organisasi resminya. "Orang harus diajari bagaimana melakukan hubungan seks. Beberapa cara memang harus dipelajari. Tidak semua orang bisa secara alami melakukannya. Dan tugas saya adalah mengajari dan membenahi masalah seksual mereka," katanya.

Traumatik

Di luar pengalamannya yang "segudang", ternyata Simone memiliki trauma masa lalu yang memengaruhi kehidupan seksualnya. "Di usia 19 tahun, saya pernah diperkosa oleh teman sepulang dari pesta," katanya. Karena takut, ia tak berani melaporkan pemerkosaan yang dialaminya. Sejak itu, Simone mengaku kehilangan kepercayaan pada pria dan seks. Setelah 10 tahun kemudian menikah, ia masih tak bisa menghilangkan traumanya dan tak berani melakukan sentuhan yang bersifat intim. Akibatnya, pernikahannya kandas.

Simone merasa bahwa kegagalan pernikahannya disebabkan oleh pemerkosaan yang dialaminya. Sejak saat itu, ia bertekad untuk mencari kesembuhan. Ia pun mulai mempelajari terapis seks dan tantrik seks, yang berasal dari Hindu kuno. "Sejak itu saya mulai tercerahkan dan yakin bahwa pemerkosaan itu bukan salah saya. Saya pun mulai menikmati seks tanpa lagi merasa malu atau bersalah," katanya.

Sumber : Kompas Online/The Sun

Selasa, 28 Juli 2009

Red Wine Tingkatkan Hasrat Seksual Perempuan

Mengkonsumsi satu atau dua gelas red wine diyakini dapat meningkatkan libido perempuan. Penelitian terbaru menyimpulkan perempuan yang rutin mengkonsumsi minuman red wine memiliki tingkat hasrat seksual lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang lebih suka dengan jenis minuman alkohol lainya atau mereka yang non alkoholik. Tim dokter Italia yang melakukan penelitian ini menyebutkan bahwa kandungan kimia yang terdapat dalam red wine dapat memperbaiki fungsi seksual yaitu dengan cara meningkatkan aliran darah ke area utama tubuh.

Dalam penelitian ini, tim dokter dari University of Florence merekrut sekitar 800 perempuan berusia antara 18-50 tahun, guna melihat keterkaitan antara asupan red wine dengan seks yang lebih baik. Disebutkan pula bahwa diantara para perempuan tersebut tidak ada satupun yang memiliki masalah dengan kesehatan seksualnya. Para partisipan kemudian dibagi ke dalam tiga kelompok, kelompok pertama yaitu mereka yang rutin mengkonsumsi satu-dua gelas red wine setiap hari. Kelompok kedua, berisi perempuan yang mengkonsumsi red wine atau jenis minuman beralkohol lainnya, kurang dari segelas setiap harinya. Sementara kelompok ketiga adalah partisipan yang sama sekali tidak mengkonsumsi minuman beralkohol .

Semua partisipan kemudian diminta untuk mengisi kuesioner Female Sexual Function Index, yang digunakan para dokter untuk mengukur kesehatan seksual perempuan. Kuesioner berisi 19 pertanyaan dengan range nilai antara 2-36, dimana skor tertinggi sama artinya dengan fungsi seks yang baik. Hasil temuan menunjukan bahwa hampir semua peminum red wine memperoleh nilai rata-rata 27.3 poin, berbanding 25.9 poin dengan mereka yang jarang mengkonsumsi red wine. Sementara mereka yang sama sekali bukan peminum alkohol hanya mendapatkan nilai sebesar 24.4 poin dalam tes tersebut.

Tim peneliti yang telah mempublikasikan hasil temuannya dalam Journal of Sexual Medicine masih belum bisa memastikan bagaimana red wine bisa memberi dampak pada fungsi seks. Namun salah satu ahli menyatakan bahwa antioksidan dalam red wine dapat meningkatkan aliran darah dan memberikan efek menguntungkan bagi lapisan pembuluh darah dan pelebaran pembuluh darah.

Sumber : conectique.com