Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Januari 2010

Tomat, Lancarkan Sirkulasi Darah

Aspirin dikenal sebagai obat yang digunakan sebagai analgesik (obat rasa sakit atau nyeri), antipiretik (obat demam), dan anti-inflamasi (obat peradangan). Banyak orang yang mengonsumsi aspirin untuk menghilangkan nyeri dan meningkatkan aliran darah dalam tubuh. Padahal, aspirin yang dikonsumsi secara terus menerus meskipun dalam dosis kecil dapat memberi efek samping seperti pendarahan di perut atau menimbulkan bisul.

Kini, suatu penelitian terbaru berhasil menemukan khasiat buah tomat sebagai pengganti aspirin. Obat alternatif ini memiliki manfaat yang sama namun jauh lebih sehat jika dibandingkan dengan obat-obatan kimiawi.

Biji tomat telah diidentifikasi sebagai komponen kunci untuk hidup lebih lama dan sebagai alternatif sehat pengganti aspirin. Berdasarkan hasil uji klinis, gel alami dalam biji buah tomat dapat membantu mengatur sirkulasi darah yang sehat dengan cara mencegah pembekuan darah. Dengan sirkulasi darah yang sehat, metabolisme tubuh pun akan lebih lancar dan membuat seseorang berumur lebih panjang.

Gel, yang tidak berwarna dan tidak berasa ini, dapat ditambahkan ke dalam makanan tanpa mengubah karakteristik makanan tersebut. Gel yang ditemukan oleh Professor Asim Dutta-Roy dari Rowett Institute, Aberdeen, ini sudah dipatenkan dan diberi nama Fruitflow. Ia menemukan khasiat biji tomat saat melakukan riset terhadap efek diet Mediterania yang dikenal banyak mengonsumsi sayuran terutama tomat. Hasil penelitian menunjukan aliran darah terlihat berjalan lebih lancar dalam waktu 3 jam setelah seseorang mengonsumsi biji tomat. Efek ini dapat bertahan selama 18 jam. Karena itu Profesor Asim menganjurkan agar buah tomat dikonsumsi secara rutin setiap hari.

“Hingga saat ini, tidak ada efek samping yang ditunjukan selama proses penelitian biji tomat,” tandas Professor Asim.

“Jika ingin membuat jus tomat, sebaiknya jangan pisahkan bijinya," tambah Profesor Asim.

Sumber : Conectique.com

Sabtu, 12 Desember 2009

Hati-hati, Obat Kumur Berisiko Sebabkan Kanker Mulut

Jika selama ini Anda menggunakan obat kumur untuk mengatasi bau mulut, mulai sekarang cobalah untuk membatasi pemakaiannya. Obat kumur memang direkomendasikan untuk mengobati infeksi dan peradangan mulut. Namun penggunaannya dalam jangka waktu panjang ternyata berisiko pada kanker mulut.

Penelitian terbaru yang dilakukan para ilmuwan di Australia menyebutkan bahwa terlalu sering menggunakan obat kumur, terutama yang berbahan dasar alkohol dapat meningkatkan risiko kanker mulut hingga sembilan kali lipat.

Tim peneliti yang terdiri dari para dokter gigi dari University of Queensland dan University of Melbourne mengatakan, meskipun beberapa jenis obat kumur dapat membantu dalam mencegah timbulnya plak gigi dan radang gusi, namun sebaiknya tidak digunakan untuk jangka panjang. Mereka menganjurkan agar obat kumur digunakan sebagai tambahan atau pelengkap dari perawatan kesehatan gigi yang utama yaitu seperti menyikat dan menggunakan benang gigi.

Para peneliti juga memperingatkan risiko kanker mulut akan lebih berdampak pada mereka yang memiliki gaya hidup tidak sehat. Hasil penelitian menyebutkan, diantara mereka yang menggunakan obat kumur berbahan dasar alkohol, risiko kanker mulut akan meningkat hingga sembilan kali lipat pada mereka yang perokok. Bagi mereka peminum alkohol, risiko akan meningkat hingga lima kali lipat. Sementara bagi pengguna obat kumur yang bukan peminum dan perokok, risiko tersebut hanya berada di bawah angka lima kali lipat.

"Penggunaan jangka panjang obat kumur yang mengandung bahan ethanol harus dihindari, mengingat bukti terbaru menyebutkan kemungkinan bahan ini ada kaitannya dengan risiko kanker mulut," tulis para peneliti dalam jurnal mereka.

Hasil penelitian juga menemukan bahwa obat kumur yang tersedia di pasaran saat ini mengandung alkohol hingga 26 persen. Padahal, jenis obat kumur dengan konsentrasi alkohol lebih dari 20 persen memiliki efek yang lebih berbahaya, termasuk diantaranya dapat menyebabkan penyakit radang gusi, bintik merah pada mulut yang disebut petechiae dan pelepasan sel pada dinding mulut.

Sumber : conectique

Sabtu, 28 November 2009

Lemak Hancur Tanpa Rasa Sakit

Bagi Anda yang sudah kehabisan akal untuk mengecilkan paha dan perut, mungkin kabar baik ini bisa membantu. Peneliti mengembangkan alat ultrasound untuk menghancurkan sel-sel lemak dengan cepat dan tanpa rasa sakit. Alat yang sudah ada di Inggris sejak bulan November ini dilaporkan tidak menimbulkan infeksi, efek membius, atau rasa sakit seperti pada operasi liposuction.

Target sel lemak yang dilewati oleh gelombang ultrasound ini berawal dari sel lemak di permukaan kulit, masuk pembuluh vena sampai akhirnya diproses di liver. Percobaan klinis pertama dilakukan di London dan Manchester dengan harga per jamnya sebesar 300 poundsterling dan berhasil mengurangi sel-sel lemak tanpa ada saraf, pembuluh darah atau jaringan yang rusak. Dengan empat kali percobaan, seseorang bisa mengecilkan pinggangnya hingga 2,15 inci. "Alat ini bekerja dengan cara menggetarkan sel-sel lemak dengan frekuensi resonansi tertentu hingga dinding sel lemak pecah," ujar Dr David Allamby seperti dikutip dari Dailymail, Sabtu (29/11/2009).

Kamis, 12 November 2009

Bermain Alat Musik dapat Meningkatkan Kecerdasan

Penelitian terbaru yang telah dipublikasikan secara online dalam Faculty of 1000 Biology, mengklaim bahwa alat musik dapat membuat Anda lebih cerdas. Menurut para peneliti, memainkan alat musik secara rutin akan mengubah ketajaman dan kekuatan otak sehingga baik digunakan sebagai terapi untuk meningkatkan kemampuan kognitif. Alat musik juga bahkan dapat meningkatkan IQ hingga tujuh point pada anak-anak maupun orang dewasa.

Dalam risetnya, tim peneliti menemukan bahwa para musisi memiliki otak yang lebih berstruktur dan secara fungsional berbeda dengan mereka yang bukan musisi, terutama pada area otak yang digunakan untuk memproses dan bermain alat musik.

Bagian dari otak inilah yang mengontrol kemampuan bergerak, mendengar, menyimpan informasi audio dan juga memori, dan membuatnya menjadi lebih besar dan aktif ketika seseorang mempelajari bagaimana cara memainkan alat musik. Bagian otak ini dari hari ke hari juga memperlihatkan perbaikan dalam bertindak sehingga seseorang menjadi lebih waspada, terencana dan memiliki kesadaran emosional.

Jäncke Lutz, seorang ahli jiwa dari University of Zurich, mengatakan: "Belajar memainkan alat musik sangat jelas bermanfaat dan dapat meningkatkan IQ hingga tujuh poin, baik pada anak-anak maupun orang dewasa".

"Kami bahkan menemukan orang-orang berusia 65 tahun setelah empat atau lima bulan bermain alat musik selama satu jam setiap minggu, tampak mengalami perubahan yang kuat pada bagian otaknya,” lanjutnya.

Sementara khusus pada anak-anak, peneliti menemukan belajar bermain piano dapat mengajari mereka menjadi lebih disiplin, penuh perhatian dan lebih terencana . Semua hal ini sangat penting bagi performa akademisnya, sehingga mereka bisa menjadi anak yang lebih cerdas.

Tidak hanya itu, berdasarkan riset yang dilakukan, Jäncke juga mengatakan bahwa musik dapat membuat mereka lebih mudah mempelajari bahasa asing dan menjadi lebih mudah mengerti dalam menafsirkan emosi orang lain. Saat seseorang bermain alat musik berarti ia juga harus mempelajari tentang nada dan secara tidak langsung membuat kemampuan menyimpan informasi yang diterima dari pendengaran menjadi lebih baik.

Tim peneliti juga melihat para musisi mampu untuk menebak apa yang sedang dirasakan orang lain hanya dengan mendengar nada suara mereka, seperti rasa empati, kekecewaan, dan lainnya.

Sumber : conectique.com

Selasa, 03 November 2009

Makanan Olahan Tingkatkan Risiko Depresi

Pola makan yang tinggi mengonsumsi makanan olahan meningkatkan risiko depresi. Sebaliknya, diet dengan banyak sayuran, buah, dan ikan mempunyai risiko depresi jauh lebih kecil. Demikian hasil penelitian University College London. Data mengenai pola makan itu diperoleh dari 3.500 pegawai negeri paruh baya yang kemudian dibandingkan dengan tanda-tanda depresi lima tahun kemudian. Penelitian itu dipublikasikan dalam British Journal of Psychiatri. Para peneliti membagi partisipan ke dalam dua tipe diet, yakni mereka yang menggunakan pola diet berbasis makanan beragam dengan banyak buah-buahan, sayuran, dan ikan.

Kelompok lainnya ialah orang yang utamanya mengonsumsi makanan seperti camilan manis, makanan yang digoreng, daging olahan, refines grains, dan produk susu berlemak tinggi. Setelah memperhitungkan faktor jender, umur, pendidikan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan penyakit kronik, mereka menemukan perbedaan signifikan terkait risiko depresi di masa depan di antara kedua diet berbeda itu. Mereka dengan pola makan berbasis beragam makanan berisiko lebih rendah 26 persen menderita depresi di masa depan. Sebaliknya, orang dengan pola makan tinggi makanan olahan punya risiko 58 persen lebih tinggi terhadap depresi.

Salah satu peneliti, Dr Archana Singh-Manoux, mengungkapkan, lewat penelitian itu mereka ingin melihat dari sudut pandang berbeda hubungan antara pola makan dan kesehatan mental. Masih belum jelas benar mengapa sejumlah makanan dapat mencegah atau sebaliknya meningkatkan risiko depresi. Diduga hal itu terkait dengan peradangan tubuh dan penyakit jantung.

Sumber : Kompas Online

Rabu, 28 Oktober 2009

Sayur Berpestisida vs Daging Penuh Zat Kimia, Lebih Bahaya Mana?

Pandangan lain yang salah tentang vegetarian adalah sayur dan buah yang terkena pestisida, punya level dampak yang sama-bagi tubuh manusia-dengan daging yang selama di peternakan digelontor pakan konsentrat dan obat yang jelas-jelas mengandung bahan kimia. Namun Lusia Anggraini, dokter umum, yang juga staf ahli Indonesia Vegetarian Society (IVS) Yogyakarta, mempunyai jawaban yang simpel. Pestisida yang menempel pada sayur dan buah, bisa hilang lebih 10 persen saat dicuci dua kali. "Adapun pestisida yang masuk ke tubuh tanaman, saya yakin, bisa terkurangi sampai 50 persen lebih, karena sayur dan buah mengandung antioksidan. Ketika direbus, konsentrasi pestisida tadi, akan berkurang lagi," kata Lusia.

Sementara di sisi lain, daging tidak mengandung antioksidan sama sekali. Jadi, ketika kita menyantap daging, akumulasi zat kimia itu kita santap utuh, plus zat-zat tak berguna dan beracun dalam daging. "Sehingga masuk akal jika daging menyebabkan penyakit dan gangguan kesehatan," ujar Lusia. Semua zat gizi yang dibutuhkan tubuh manusia terdapat dalam makanan nabati. Ketakutan bahwa asam amino esensial dan lemak hanya diperoleh dari daging (termasuk olahannya), juga ketakutan bahwa tubuh menjadi lemas dan tak punya stamina karena bervegetarian, adalah tak berdasar.

Kacang-kacangan terutama kedelai mengandung semua asam amino esensial. Lemak pun ada di minyak kelapa sawit dan kacang-kacangan. Tak ada yang perlu dikhawatirkan jika orang bervegetarian. "Pertanyaan sekarang adalah, mengapa orang-orang malah tidak pernah khawatir tentang dampak daging yang sangat merugikan kesehatan? Aneh dan lucu, kan? Vegetarian dikawatirkan ke sana-kemari, tapi bahaya daging tak disuarakan," ujar Susianto, ahli nutrisi yang juga Ketua Operasional IVS. Mereka yang masih tak percaya dampak merusak dari daging, perlu banyak membaca literatur dan menyimak imbauan-imbauan lembaga-lembaga internasional. Indonesia belum menyadari dampak daging, bahkan menggencarkan industri peternakan.

Sumber : Kompas

Jumat, 02 Oktober 2009

Selalu Merasa Sedih dan Kesepian Picu Kanker Payudara

Wanita yang selalu merasa kesepian dan sedih berisiko terkena kanker payudara. Demikian menurut studi terkini para peneliti dari Chicago University. Kok bisa? Apa hubungannya? Meskipun fakta tersebut baru ditemukan pada tikus, namun para ahli mengatakan hal itu bisa juga terjadi pada manusia. Adanya studi ini mungkin bisa menjadi alternatif untuk mendapatkan obat jenis baru dalam pencegahan kanker payudara yang menyerang bagian paling indah dari seorang wanita.

Para peneliti berasumsi bahwa rasa kesepian dan sedih akan membuat seseorang stres dan depresi. Rasa stres dan depresi yang muncul kemudian akan mengubah beberapa gen yang ada di jaringan payudara dan akan memicu pertumbuhan daging tidak normal (tumor).
Sebenarnya hubungan antara kesepian dan kanker payudara sudah ada sejak 100 tahun yang lalu, namun saat itu masih banyak kontroversi. Terdapat banyak konflik antar para peneliti mengenai hal tersebut.

Dr Suzanne Conzen dan rekannya yang menjalankan studi tersebut meneliti 2 grup tikus yang dibesarkan dalam lingkungan yang berbeda. Satu grup ditempatkan dalam lingkungan sosial dan satunya lagi di tempat sunyi. Kedua tikus diberi makanan dengan kuantitas dan kualitas yang sama. Mereka juga diberi akses berolahraga yang sama. Namun ternyata tikus yang hidup dalam lingkungan yang sunyi dan terisolasi memiliki tumor yang berkembang di payudaranya.

Peneliti menemukan bahwa tikus yang terisolasi lebih gugup dan melepaskan hormon stres yang lebih banyak seiring dengan pertambahan usia. Stres menyebabkan kelenjar mammary (buah dada) yang berada pada payudara wanita tumbuh dengan tidak normal. Stres akibat kesepian ternyata tidak hanya meningkatkan pertumbuhan daging tidak normal dalam otak (tumor otak) tapi juga pada bagian tubuh termasuk payudara.

Studi yang dipulikasikan dalam jurnal Cancer Prevention Research tersebut menunjukkan bahwa lingkungan tidak hanya berpengaruh pada kesehatan mental tapi juga kesehatan fisik seperti penyakit kanker payudara. Beberapa studi lainnya juga menyebutkan bahwa kesepian juga penyebab diabetes, obesitas dan tekanan darah tinggi.

"Dukungan moril dan persahabatan bisa mengurangi risiko tersebut. Jadi para wanita sebaiknya jangan terlalu banyak bersedih dan carilah lingkungan yang bisa membuat Anda bersosialisasi. Jangan pernah mengisolasi diri sendiri dari dunia luar, dan jangan lupa lakukan screening untuk mengantisipasi segala kemungkinan buruk pada payudara Anda," ujar Dr Lesley Walker dari Cancer Research UK seperti dilansir Dailymail, Jumat (2/10/2009).

Sumber :detikHealth

Selasa, 08 September 2009

4 Penyakit yang Sering Salah Diagnosis

Banyaknya gejala yang mirip dan kekurangtahuan dokter kerap menghasilkan diagnosis penyakit yang salah. Jika kesalahan itu terus berlanjut, penanganan untuk penyakit yang sebenarnya pun bisa datang terlambat. Apa saja penyakit yang kerap salah didiagnosis dokter?

National Patient Safety Foundation mencatat sebanyak 40 persen dokter kerap melakukan kesalahan diagnosis, bahkan seorang ahli sekalipun. Hal itu karena beberapa penyakit memiliki gejala yang mirip dan sulit dibedakan kecuali menggunakan tes khusus.

Jika Anda bingung dengan suatu penyakit atau kondisi, ada baiknya bertanya atau mencari informasi untuk memastikannya lagi. Dikutip dari Redbook, Selasa (8/9/2009), ada 4 penyakit yang kerap salah didiagnosis dokter.

1. Stroke
Gejala: mati rasa, pusing, malas, pandangan kabur, kurangnya keseimbangan otot
Diagnosis dokter: vertigo, migrain, penyakit pendengaran

Sebuah studi mencatat sebanyak 14 persen kasus stroke pasien di bawah 45 tahun salah didiagnosis. Ketika seorang pasien muda mengeluh gejala di atas, dokter sering mendiagnosis penyakit-penyakit yang ringan karena stroke lebih banyak dialami orang-orang tua.

2. Sindrom 'Temporo Mandibular Joint' (TMB)
Gejala: pusing, telinga berdengung, sakit punggung, leher dan gigi
Diagnosis dokter: Migrain, kelainan telinga

TMB terjadi ketika sistem yang menghubungkan rahang dan tengkorak mengalami pembengkakan, kepala akan menjadi sakit dan telinga terganggu. TMJ adalah sendi yang berada di kedua sisi tengkorak dan menghubungkan rahang bawah (mandibula) dengan tulang temporal dari tengkorak. Gejalanya memang hampir mirip dengan migrain atau penyakit telinga, tapi jika diteliti lebih baik lagi itu adalah gejala TMJ dan paling bagus ditangani dokter gigi, bukan dokter umum.

3. Penyakit jantung
Gejala: lelah, kesulitan bernafas, sakit dada, jantung berdetak kencang
Diagnosis dokter: stres atau serangan panik

Serangan jantung memang tidak terlalu kentara terlihat terutama pada wanita. Lelah atau nafas pendek mungkin hanya gejala awal saja, yang jelas hampir setengah dari penderita penyakit jantung wanita adalah korban salah diagnosis dokter.

4. Hipotiroid
Gejala: sering lelah, sedih, berat badan turun, insomnia, otot lembek
Diagnosis dokter: depresi

Dokter cenderung menghubungkan antara kesedihan dengan depresi dan sering melupakan tes hipotiroid, yaitu suatu kondisi dimana kelenjar tiroid gagal memproduksi hormon tubuh yang cukup. Hipotiroid bisa mneyebabkan kolestrol tinggi, tekanan darah tinggi, sakit jantung dan depresi klinis.

Kesalahan diagnosis bisa berakibat fatal, namun dokter juga manusia, tidak luput dari kesalahan. Kesalahan diagnosis bisa dicegah jika pasien juga pintar.

Sumber : detikhealth

Kamis, 27 Agustus 2009

Puasa Aman Bagi Ibu Hamil

Puasa di bulan suci Ramadhan adalah kewajiban bagi seluruh umat muslim. Untuk mengejar pahala dan berkah dibulan penuh ampunan ini, mereka pun berlomba melakukan ibadah puasa. Namun apakah puasa selama sebulan penuh ini aman dan tidak berpengaruh bagi para ibu hamil? Para peneliti di Turki mencoba membuktikannya melalui sebuah penelitian.

Sekitar 65 orang ibu hamil dilibatkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Dikensoy E dan rekannya dari Obstetrics and Gynecology Department, Gaziantep University, Gaziantep, Turki. Mereka kemudian membagi responden ke dalam dua kelompok, yakni kelompok ibu hamil sehat berpuasa sebanyak 36 orang dan kelompok ibu hamil sehat tidak berpuasa sebanyak 29 orang. Kesemua responden diteliti di rumah sakit universitas Gaziantep, Turki selama satu bulan Ramadan penuh.

Untuk mengevaluasi efek bulan puasa pada janin, tim peneliti menggunakan doppler ultrasonography pada semua responden di awal puasa dan kemudian dilanjutkan seminggu sekali hingga bulan puasa berakhir.

Dari hasil penelitian diketahui tidak ada perbedaan signifikan antara dua kelompok tersebut. Baik ibu hamil yang berpuasa dan yang tidak berpuasa ditemukan tidak mengalami perbedaan dalam hal pertambahan berat badan ibu, pertambahan bobot bayi teramati, kesehatan bayi, jumlah air ketuban, dan keadaan pembuluh darah tali pusar. Malah, pada ibu hamil yang berpuasa, yang tidak bermasalah dengan kandungannya selama 20 minggu atau lebih, ditemukan mengalami peningkatan kadar hormon kortisol di dalam darah, sedangkan rasio LDL/HDL cenderung menurun. Ini membuktikan bahwa puasa di bulan Ramadan tidak memberikan pengaruh atau dampak buruk pada perkembangan bayi.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah terbitan Jerman, Archives of Gynecology and Obstetrics, dengan judul “The effect of Ramadan fasting on maternal serum lipids, cortisol levels and fetal development”.

Obat Antikanker Diduga Timbulkan Gejala Berat

Sebuah temuan dari pusat penelitian di Seattle baru-baru ini memperlihatkan satu jenis obat kanker payudara diduga menimbulkan gejala lebih berat, demikian laporan media Rabu. "Tamoxifen", yang diperkenalkan pada 1978, digunakan untuk mencegah kambuhnya kanker pada perempuan yang sudah menjalani operasi guna mengangkat tumor mereka. Namun, satu studi baru-baru ini menunjukkan obat tersebut meningkatkan risiko serangan kanker yang lebih agresif pada payudara yang sehat sebanyak lebih dari empat kali lipat.

"Semua pengobatan memiliki risiko dan manfaat," kata Dr. Christopher Li, anggota Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle. "Jika anda menganggap keseimbangan penuh, buat sebagian besar perempuan, manfaatnya akan jauh lebih besar dari resikonya." Studi baru itu, yang menilai kemungkinan perkembangan kanker baru pada payudara kedua, mendapati bahwa perempuan yang menggunakan "tamoxifen" selama lima tahun menghadapi kemungkinan 60 persen untuk tidak terserang tumor baru sensitif-estrogen dibandingkan dengan yang tidak menggunakan pada payudara kedua, dan 40 persen lebih kecil untuk terserang tumor baru dari jenis apapun pada payudara kedua.

Beberapa ahli kanker payudara mengatakan mereka khawatir pasien kanker payudara yang mendengar mengenai studi baru tersebut mungkin berhenti menggunakan "tamoxifen", sekalipun alasan utama untuk menggunakan obat itu ialah untuk mencegah kanker yang sudah mereka derita kambuh dan menyebar, sehingga dapat mengakibatkan kematian. Banyak ahli lain sependapat bahwa studi baru tersebut bukan alasan bagi pasien kanker payudara untuk berhenti menggunakan "tamoxifen". "Yang harus kita ingat ialah ’tamoxifen’ menyelamatkan nyawa," kata Dr. Victor Vogel, Wakil Presiden Penelitian Nasional di "American Cancer Society".

Sumber : Kompas Online

Rabu, 19 Agustus 2009

Wanita Jomblo Hingga 35 Tahun Berisiko Kena Kanker Payudara

Bagi para wanita yang belum menikah hingga usia 35 Tahun, sebaiknya berhati-hati karena kanker payudara mengintai Anda. Kanker yang menjadi penyebab kematian terbesar pada wanita ini ternyata bisa bersarang di payudara wanita yang belum juga menikah hingga usia 35 Tahun.

Hal itu disampaikan dr Asrul Harsal, SpPD, K-HOM dalam acara Temu Pasien Kanker Payudara yang digelar atas kerjasama Sanofi Aventis dan RS Kanker Dharmais di Hotel Nikko, Jakarta, Rabu (19/8/2009). "Kalau belum menikah hingga usia 35 tahun, berisiko juga kena kanker payudara," ujar Asrul.

Dibenarkan dr Samuel J. Haryono, SpBK, Onk, seorang wanita yang masih menjomblo hingga batas usia 35 tahun berisiko terkena kanker payudara karena masalah hormonal.

"Wanita yang belum menikah, hormonnya hanya itu-itu saja, yaitu estrogen. Sedangkan wanita yang sudah menikah, bermacam-macam hormon akan bermunculan di tubuhnya dan bertindak sebagai buffer (penyeimbang) dalam tubuh. Jadi, ketika hormon estrogennya tidak diimbangi, kemungkinan ia akan memicu terbentuknya kanker di payudara," ujar dr Samuel.

Selain belum menikah, masih banyak faktor lainnya yang diduga menjadi penyebab kanker payudara, seperti menikah tapi tidak punya anak, tidak pernah menyusui anak dan mendapatkan menstruasi pada usia dini (9 tahun-an).

RS Dharmais sendiri saat ini mencatat kanker payudara sebagai urutan pertama untuk kanker yang terjadi pada wanita, setelah kanker serviks. Selama 5 tahun terakhir, angkanya mencapai 32 persen sedangkan kanker serviks (mulut rahim) sebesar 17 persen.

"Kanker adalah penyakit multifaktor, hingga kini tidak dapat ditentukan dengan pasti apa penyebab sesungguhnya, tapi umumnya berasal dari pola hidup yang tidak sehat dan masalah hormonal," ujar dr Asrul.

Biasanya seseorang baru mendatangi dokter ketika kankernya memasuki stadium agak lanjut, sehingga banyak yang kecolongan dan merasa menyesal setelahnya.

Padahal, deteksi dini pun sebenarnya bisa dilakukan wanita jika sudah merasakan ada tanda-tanda keanehan seperti benjolan di payudara tapi tidak nyeri, puting susu masuk ke dalam dan warnanya merah kecoklatan, kulit mengkerut atau timbul borok di payudara, pembesaran kelenjar getah bening di ketiak dan sebagainya.

Tidak dapat dipungkiri, saat ini kita dikelilingi lingkungan yang tidak sehat, rokok, asap polusi dan makanan tidak sehat ada dimana-mana. Pria pun sebenarnya bisa terkena kanker payudara, tapi kemungkinannya hanya 1 persen. Untuk itu, jagalah pola hidup yang sehat dan waspadalah beberapa faktor-faktor risiko berikut ini:

1. Faktor reproduksi, seperti menopause pada umur tua dan kehamilan pertama pada umur tua
2. Penggunaan hormon estrogen
3. Obesitas
4. Konsumsi lemak yang tinggi
5. Riwayat radiasi
6. Riwayat keluarga dan faktor genetik
7. Faktor lainnya seperti disebutkan sebelumnya (belum menikah hingga usia 30 tahun-an, menikah tapi tidak punya anak, tidak pernah menyusui anak dan mendapatkan menstruasi pada usia dini (9 tahun-an)

Sumber : detikhealth

Sabtu, 08 Agustus 2009

Dari Mana Munculnya Ingus?

Saat orang terkena flu pasti merasa tidak nyaman dengan hidungnya karena hidung menjadi berlendir atau ingusan. Tapi ingus terbentuk bukan hanya saat flu saja, tapi juga dipengaruhi oleh beberapa sebab. Mau tahu apa saja yang menyebabkan ingus? Ingus umumnya dihasilkan oleh lapisan sel pada saluran sinus. Rata-rata tubuh memproduksi 1-2 liter ingus per hari. Ini untuk menjaga membran nasal tetap lembab, selain itu ingus juga untuk melawan infeksi dan iritasi.

Seperti dikutip dari eHow, Jumat (7/8/2009), ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang memiliki ingus berlebih, yaitu:

Infeksi
Ingus yang dihasilkan secara normal dihubungkan dengan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. Ini juga merupakan suatu cara untuk menyingkirkan benda asing yang mungkin bisa menyebabkan infeksi. Tubuh cenderung untuk merangsang produksi ingus dan mempertinggi pertahanan terhadap serangan hebat menular dari benda-benda yang dirasakan asing oleh tubuh.

Iritasi dan polusi
Terkena paparan asap, debu dan gas yang menyengat seperti sulfur dioksida dan nitrogen dioksida menyebabkan ingus menetes secara berlebihan. Ini juga yang mengakibatkan pembengkakan dari saluran nasal dan rhinitis.

Reaksi dari makanan
Mengonsumsi makanan sehari-hari yang terlalu pedas atau menyengat menyebabkan ingus tidak terkontrol. Reaksi terhadap suatu alergi dari makanan tertentu menghasilkan kekakuan nasal dan ingus turun dari hidung ke tenggorokan. Mengonsumsi susu dan produk telur bisa memperburuk gejala alergi makanan tersebut. Mengonsumsi secara terus menerus makanan yang alergi akan memicu produksi ingus berlebih.

Faktor lingkungan
Hidup pada daerah yang kering atau lingkungan yang terlalu dingin, juga bisa memicu produksi ingus yang berlebih. Akibatnya ingus bisa menetap pada tenggorokan yang akan menjadi tempat yang ideal untuk berkembang biak bakteri atau virus patogen.

Kebiasaan tidak sehat
Kebiasaan ini meliputi merokok dan mengonsumsi alkohol. Asap rokok, alkohol dan kafein bisa mengakibatkan iritasi dan peradangan pada membran sehingga meningkatkan pengeluaran ingus.

Sekarang Anda sudah tahu apa yang bisa menyebabkan ingus berlebihan atau kadang tidak terkontrol.

Kamis, 06 Agustus 2009

Pahami Tanda-tanda Serangan Jantung

Penyakit jantung koroner atau serangan jantung merupakan sakit yang paling banyak mengakibatkan kematian mendadak. Serangan jantung bikin bergidik karena prosesnya ada yang dalam hitungan detik saja. Ayo, pahami tanda-tanda serangan jantung?

Penyakit jantung sendiri terdiri dari berbagai macam, seperti penyakit jantung koroner (serangan jantung), penyakit jantung hipertensi, penyakit jantung anemia, penyakit jantung tiroid serta penyakit jantung bawaan.Serangan jantung itu sendiri disebabkan oleh adanya atherosclerosis yaitu pengerasan pembuluh darah karena adanya kerak yang menempel. Kerak tersebut makin lama makin menumpuk yang bisa menyumbat saluran pembuluh darah koroner sehingga mengakibatkan orang menjadi cepat capek atau sesak nafas.

"Kerak yang menumpuk tersebut suatu saat nanti bisa pecah dan menutupi saluran pembuluh darah itulah yang disebut dengan serangan jantung. Serangan jantung yang mengakibatkan kematian mendadak biasanya karena kerak tersebut menutupi seluruh pembuluh darah," ujar Dr. Sally Aman Nasution, SpPD dalam jumpa pers di RSCM, Jakarta, Rabu (5/8/2009).

Dr. Sally mengatakan ada beberapa hal yang menunjukkan tanda-tanda serangan jantung, yaitu:

1. Nyeri di dada, nyeri yang dirasakan seperti diperas atau tertimpa benda berat. Nyeri ini terjadi pada tulang dada bagian tengah yang rasa sakitnya bisa menjalar ke lengan kiri, tulang punggung, rahang bawah atau juga ke ulu hati. Biasanya menyebabkan sesak nafas dan terjadi selama 10-15 menit.
2. Mengeluarkan keringat yang berlebihan.
3. Mual dan muntah.
4. Pemicu lainnyanya seperti olahraga yang berlebihan, marah yang mengeluarkan banyak emosi atau kegiatan lain yang tidak biasa dilakukan secara berlebihan.


Jika mengalami tanda-tanda tersebut segera beri pertolongan dengan membawa pasien ke rumah sakit agar cepat ditangani, karena jika serangan jantung yang terjadi masih ringan pasien masih bisa disembuhkan.

Untuk itu sebaiknya setiap orang mengenali faktor risiko yang ada pada diri masing-masing atau keluarganya. Faktor risiko sendiri dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Faktor yang tidak bisa dimodifikasi, seperti usia, jenis kelamin laki-laki biasanya lebih sering, ada riwayat keluarga berpenyakit jantung dan menopause karena hormon estrogen sudah tidak bisa melindungi lagi.
2. Faktor yang bisa dimodifikasi, seperti hipertensi, diabetes, kolesterol (kolesterol tinggi kerak makin tebal), merokok, gaya hidup buruk, obesitas dan kepribadian (sering stres, cemas atau emosional).

"Beberapa hal yang menyebabkan serangan jantung tersebut berat atau ringan tergantung dari berapa pembuluh yang tersumbat, kondisi dasar jantungnya apakah memang sudah ada kelainan atau belum dan luasnya serangan," ujar Dr. Sally dari Divisi Kardiologi Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM.

Kematian akibat serangan jantung bisa mencapai 10 persen yang rata-rata disebabkan oleh keterlambatan pertolongan, beratnya serangan yang terjadi dan masalah keuangan.

Untuk itu kenalilah apakah Anda atau orang terdekat sekitar Anda memiliki faktor risiko penyakit jantung dan tanda-tandanya. Periksalah kesehatan seperti pemeriksaan kolesterol, gula darah dan pemeriksaan lainnya secara rutin setidaknya setahun sekali.

Sumber : detikhealth

Selasa, 07 April 2009

Vaginoplasty, Saat Vagina Kembali Kencang

Vaginoplasty, operasi yang dilakukan untuk mengencangkan vagina, semakin diminati dalam dunia kecantikan beberapa tahun terakhir. Sebelum tahu bagaimana vaginoplasty dilakukan, perlu juga diketahui apa yang mendorong orang melakukannya.

Otot panggul pada wanita mengendalikan sistem tiga organ, katakanlah kandung kemih, rahim dan perut, yang menjadi satu alur. Bila salah satu organ rusak, bisa jadi organ-organ yang bertetangga terpengaruh.

Penyebab utama di balik rusaknya otot panggul tersebut biasanya karena melahirkan, menopause, dan obesitas. Sebaliknya, beberapa wanita terlahir dengan jaringan otot kolagen lemak dan vagina yang kendur bahkan pada saat usia muda dan tidak hilang selama melahirkan.

Penyebabnya, kelahiran seorang anak
Kerusakan vagina umumnya disebabkan oleh kehamilan dan melahirkan. Kepala bayi yang dilahirkan, melewati vagina, bisa menyebabkan otot panggul terlalu melar dan merobeknya. Bisa menjadi lebih buruk lagi bila sang pasien tidak melakukan senam kegel selama hamil dan setelah melahirkan.

Banyak wanita tidak sadar senam ini bisa menghindari atau mengurangi risiko rusaknya otot panggul. Untuk mengetahui rusak tidaknya otot panggul, dokter bisa memasukkan jari telunjuk ke vagina dan jempol ke dalam anus dan “mencubit”-nya. Bila ada semacam ruang kosong di antaranya, maka otot panggul telah rusak dan di jaringan “tubuh perineal” yang terletak di daerah itu.

Ini adalah masalah yang umum disebabkan oleh proses penyembuhan atau pemotongan yang buruk (episiotomy) pada vagina sesaat setelah melahirkan. Hal ini yang menyebabkan perasaan seperti vulva/vagina yang terbuka pada pasien dan pasangannya. Keluhan, seperti longgar, tidak menggigit, tidak ada sensasi, dan tidak menyenangkan, sering terdengar.

Labioplasty
Berbeda dari vaginoplasty, ada pula pasien yang meminta labioplasty (penyusutan bibir vagina). Beberapa pasien, terutama yang berusia di bawah 40 tahun, sangat terganggu dengan bibir vagina mereka yang besar. Beberapa mengeluh sakit pada saat berhubungan seks ketika pasangan berusaha menemukan “pintu masuk”. Yang lainnya merasa depresi ketika pasangan melihat vulva dan berpaling ke wanita lain.

Labioplasty adalah operasi sederhana dengan memotong kelebihan kulit vulva dengan pemotongan lurus atau zigzag. Penjahitan dilakukan dengan rapih dan ini akan hilang dalam waktu seminggu. Labioplasty dapat dilakukan sebagai prosedur satu hari dengan hasil yang memuaskan.

kompas

Senin, 08 Desember 2008

Warga Jakarta Rentan Sakit Maag

Taukah Anda sekitar 50% warga Jakarta menderita penyakit maag? Bahkan diantaranya ada yang mengalami kelainan organik?

Menurut Dr.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB dari Divisi Gastroenterologi- Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/ RSUPN Cipto Mangunkusumo, dari hasil penelitian yang dilakukan RSCM pada sekitar 100 pasien dengan keluhan dispepsia, didapatkan 20% penderita yang mengalami kelainan organik. Kelainan ini ditemukan setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan menggunakan endoskopi.

Suatu penelitian lain dengan jumlah pasien yang cukup besar dan melibatkan pusat endoskopi pada beberapa kota di Indonesia juga menunjukkan tingginya penderita maag kronis. Dari 7.092 kasus dispepsia yang dilakukan endoskopi, ditemukan 86,41% penderita mengalami dispepsia fungsional. Data-data penelitian dari luar negeri juga menunjukan angka yang tidak terlalu jauh berbeda.

Para dokter yang melakukan sebuah riset sederhana di Rumah sakit Cipto Mangunkusumo, mengungkapkan tingginya jumlah penderita penyakit maag kronis di Indonesia dipicu oleh beberapa faktor. Diantaranya karena aktivitas yang padat sehingga mengganggu pola makan, tingkat stress yang tinggi di kota-kota besar, sering mengkonsumsi makanan dan minuman yang memicu tingginya sekresi asam lambung, yaitu yang mengandung rasa asam, pedas, kecut, berkafeiin tinggi, ataupun mengandung vitamin C dosis tinggi, termasuk buah-buahan.

Source :http://www.conectique.com/